Kamis, 13 Juli 2017

Mak..
Anakmu kini sedang tersungkur
Bantu ia untuk tetap bersyukur
Agar tidak mundur
Lalu melebur



-RAd-



Rangkul yang tak bertepi

Tentang rintihnya
Tentang peluhnya
Tentang mimpinya
Tentang angannya


-RAd-
Kini aku rindu dekap di ujung cerita

Tentang asa yang katanya menyala
tentang peluh yang nantinya meluluh
tentang cita yang akan menjadi nyata

-RAd-
Diam dalam buas
Menunggu datangnya jinak


-RAd-
Gelapnya bukan jadi hambatanmu untuk diam
Bukan juga jadi alasanmu untuk bungkam

-RAd-

Rabu, 12 Juli 2017

Apakah langitku dan langitmu kini sama?
Apakah langitku dan langitmu kini berwarna?
Apakah langitku dan langitmu ...

Asudahlaaah..

Lupakan saja kisah aku, kamu dan langit


-RAd-
Cukup langit yang mendung
Kamu mah jangan


-RAd-
Si pemburu sedang memburu cita dan asa
Ia bukan hanya memburu
Namun sangat amat berharap

Doakanlah..


-RAd-
Sudah lama tak menciptakan cerita diujung pena
Ahhh..
Cerita hanyalah cerita..


-RAd-
Pejuang itu ya kudu berjuang
Sampai kapanpun ya kudu tetep berjuang

Sampai kapan ?



Sampai Allah bilang "Waktunya pulang."


-RAd-

Nyatanya memperjuangkan Kam(u) adalah nikmat terindah..


-RAd-
Bangkitlaaah..

Allah masih ingin melihat perjuanganmu, dan sedang menunggu usahamu


-RAd-

Hidup bukan hanya sekedar makan, minum lalu tidur
Bukan juga sekedar menangis, tersenyum lalu bahagia

-RAd-
Orang lain boleh tak peduli denganmu
Tapi kamu harus tetap peduli dengan orang lain

Jangan melulu jadi makhluk egois
Nyatanya hidup ga selamanya manis

-RAd-

Sabtu, 01 Juli 2017

Tentang kita yang entah lagi kenapa
Semoga tak menerus seperti ini 


-RAd-
Tak apa..
Tetaplah bertahan
Yakinlah..
Kamu pasti kuat


-RAd-
Perkara rindu yang menjadi candu tiap perasanya
kau tahu apa itu obatnya?
.
.
.
Doa

-RAd-
Tak perlu kau sampaikan pada objek yang kau tuju
Cukup "Doa" yang mengiringi tiap langkahmu dan langkahnya
Jangan sampai Allah cemburu lantaran engkau terlalu fokus pada objekmu


-RAd-
Teriknya bukan jadi pencegah
Dinginnya bukan jadi penghambat
Lelahnya bukan jadi alasan

Nikmatilah..

Maka engkau akan merasakan syukur yang sesungguhnya


-RAd-
Tenang..

Berpisahnya kita untuk kembali
jika nanti kita tak berjumpa disudut kota
InsyaAllah kita akan berjumpa di tempat terindah

-RAd-
Mau apa lagi ?
Mau kemana lagi ?
Nikmati saja masa-masa ini
Suatu saat kita akan merindu
Ku yakin itu


-RAd-
Ada cita dan asa yang akan kita gapai disana
Bukankah begitu ?
Berjalanlah walau harus tertatih


-RAd-
Satu hal yang harus kau tau
.
.
.
Perginya perindu dan marahnya pemberontak 
akan tetap tunduk dalam iringan doa
.
.
.
Doakanlah..

-RAd-
Kali ini aku butuh sesuap doa dan seteguk semangat
Mengertilah..


-RAd-
Nyatanya.. 
Semangkuk doa dan segelas semangatpun tak mampu membuatku bergerak

Ahhh pelik sekali


-RAd-
Jika masalah hati, aku tak dapat berbuat banyak
Biar kau saja yang mengobati

Aku bantu doa saja


-RAd-
Sejauh apapun pergi
Pulangmu akan tetap disini
"dihati"


-RAd-
Bicara cita dan asa
Mana mampu aku membuka mata

-RAd-