MAAF
“Sudah
berapa lama kita tidak bertemu ?” katanya kepadaku. Disitu aku hanya terdiam
dan menatapnya. Tak dapat mengucapkan sepatah katapun.
Sekali lagi ia hanya tersenyum sambil memandang wajahku
yang terlihat gugup didepannya.
Andai kamu tahu Za, aku kangen kamu banget. Tapi aku
gabisa mengungkapkannya didepanmu secara langsung. Biar saja rindu ini
tersimpan diam-diam.
“kenapa sih ? lagi bete ya ?” katanya, sambil menatapku
dalam-dalam. Dan lagi-lagi aku hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalaku
seraya mengungkapkan kata “tidak” .
Sambil
menghilangkan rasa gugup, aku pun meneguk es kelapa muda yang ada di depanku secara
perlahan, dan pura-pura sibuk mengunyah daging buah tersebut.
Hari ini
terasa seperti mimpi. Bertemu dengan orang yang ku rindu selama ini, walaupun
ku tahu rindunya bukan lagi atas namaku. Namun sampai detik ini rinduku masih
tetap atas namanya.
Sakit ?
Hmmmmmmm.
Maaf jika rindu ini masih hinggap dan menyerang
tiba-tiba.
Rindu ini menggetar setiap kalinya, entah apa yang harus
aku lakukan. Aku merindukanmu. Sekali lagi, aku hanya bisa mengucapkan “maaf” .
Andai kamu tahu Za, apa yang aku rasa selama ini masih
sama seperti kita bersama dulu. Andai kamu tahu Za, ku ucapkan kata rela, namun
hati tak senada.
“Udah
jam segini. Balik yuk ?” katanya sambil melihat jam di tangan sebelah kirinya.
Tampak sibuk ku perhatikan dirinya, mungkin sudah ada janji dengan orang lain
yang lebih penting dariku.
“Yaudah ayo” kataku dengan
nada lirih. Seakan tak ingin meninggalkan tempat ini, terutama meninggalkan si
pemilik rindu ini.
Aku dan dia berjalan bersama, kearah motor-motor kami
yang sudah lama menunggu si pemilik yang sedang reunian. Hmmmmmm
Ku langkahkan kaki ini secara perlahan, seraya menyita
waktu, agar semakin lama mata ini memandang dirinya. Karena ku tahu, saat-saat
seperti ini akan jarang ku rasakan.
Lalu kita pulang. Dia dan aku saling mengendarai motor.
Tak seperti dulu, satu motor berdua.
Namun kini ? tak
mungkin lagi seperti dulu. “jangan mimpi” . Iyaaa, inget ko, dia bukan mlikku
lagi.
Dibalik perpisahan ini, dia hanya tersenyum melihatku,
lalu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Namun senyumnya sangat bermakna.
Melumpuhkan hati dan pikiranku.
Sudahlaaaaah !!!
ingat, dia bukan milikku lagi.
Jangan berharap lebih…
Perjalanan tanpanya pun aku
mulai. Aku pulang dengan berat hati meninggalkannya, aku pulang dengan rasa
yang tak biasa, aku pulang dengan rindu yang membekas, aku pulang dengan hati
yang tak karuan.
Di atas kendaraan roda dua yang ku kendarai ini, tiba-tiba
hujan turun dari sudut mataku.
Tiba-tiba wajahnya tampak jelas menghiasi pikiranku, baru
saja rindu ini terbayar, namun seketika rindu ini melukiskan wajahnya kembali.
Dibalik kanvas, yang sudah penuh dengan namanya.
Hey, sekali lagi maaf. Jika rindu ini masih atas
namamu.
“Melihat tawamu, mendengar senandungmu,
terlihat jelas dimataku warna-warna indahmu, menatap langkahmu, meratapi kisah
hidupmu, terlukis jelas bahwa hatimu anugerah terindah yang pernah kumilikiiiii”
Terdengar suara nyanyian di telingaku. Dan ternyataaaaa..
Itu suara alarm telepon
genggamku
Hah, tarnyata mimpi. Aku bermimpi tentang dia.
Ada apa ?
Sepertinya syetan sedang menggoda imanku, agar aku
kembali merindukannya.
Tidaaaaaaak !!!
Dia sudah kulepaskan.
Aku melepaskannya bukan karena aku tak mencintainya.
Namun karena aku sangat
mencintainyalah ku ambil jalan terbaik ini. Biar saja ia pergi dengan segenap
kenangan yang ada. Tenang saja, serahkan semua kepada Allah, kalau dia jodoh
ku, pasti akan kembali, namun jika bukan, insyaAllah akan di gantikan dengan
yang lebih baik.
Biar sekarang tidak bersama, “mungkin” suatu saat nanti
akan selamanya
Yang harus ku lakukan saat ini adalah memperbiki diri,
agar menjadi yang terbaik dihadapanNya, dan belajar mencintai dengan tulus sang
maha pencinta “Allah” . dan berharap
mendapat berkahnya, dan selalu berusaha mencari ridha Nya.
Ku lakukan semua ini karnaMu ya Rabb.
Karena ku tahu, aku adalah manusia yang penuh dosa. Dulu
cintaku, ku persembahkan untuk orang yang belum pantas ku cintai, dia belum
halal untukku, dan pastinya Allah sangat membenci cinta haram itu “pacaran”
iya, terlihat asik dan terlihat keren, di mata para manusia, dan syetan.
Namun dimata Allah ? .
***
Kawan.. GA PACARAN aja banyak
dosanya, apalagi PACARAN ?
“Tinggalkan/Halalkan”
(Risma Ariyandini)