Sabtu, 21 November 2015

...


Assalamualaikum.
Ga terasa udeh akhir tahun ajaaah. (padahal "baru" bulan November)
Hobaaaaaah..
Sebenernya banyaaaak banget yang mau diceritain disini.
Saking banyaknya, sampe kaga sangghup nulisnyah aye coy.
Intinya akhir-akhir ini ...
...
...
..
...
...
...
...
...
...
(Auuu ngapah)


hmmm

MasyaAllah..
Banyak banget pengalaman, dan pelajaran baru yang gw dapatkan. semoga menjadi motivasi untuk lebih baik lagi kedepannya.
Aamiin.
Mohon doanya yaaa coy.


-RAd-
Aku merindukan kita yang dulu
Kita yang selalu bersama, dan hampir tak ada jeda untuk berpisah
Aku merindukan kita yang dulu
Kita yang selalu menerjang badai dan berusaha menghempas ombak di lautan lepas
Aku merindukan kita yang dulu
Kita yang tanpa ada kata "tidak bisa" untuk berjumpa, walau hanya untuk bersenda gurau
Aku merindukan kita yang dulu
Kita yang selalu disebut "kita" tanpa ada kata kamu saja atau aku saja

-RAd-



Minggu, 13 September 2015

SEMANGAT !!!

Penat ya?
Capek ya?
Pusing ya?
Mumet ya?
Lelah ya?


Sabar..

Ada Allah yang nguatin~

Biarkan saja lelahnya, penatnya, capeknya, mumetnya, pusingnya disini.
Nikmatin aja apa yang sedang dirasakan sekarang.
Telen aja biar dikata pait juga.



Nanti..

Akan ada waktunya istirahat.
dan meneguk manisnya.

Semangat mencari ridhaNya, semangat karena Allah, tetaplah istiqomah, lakukan yang terbaik dihadapanNya.

Allahu Akbar...


-RAd-

Kamis, 27 Agustus 2015

MAAF ^-^

Sepertinya.. raga sudah mulai lelah mendengar hiruk pikuk dunia.
Tapi masih banyak amanah yang harus dijalankan.
Masih banyak cita-cita yang belum tercapai.
Masih banyak angan-angan yang ingin digapai.
Masih banyak yang harus diperbaiki.
Masih banyak yang harus dilakukan.
Masih belum maksimal dalam menjalankan semuanya.


dan yang  jelas, amalan saya ... hanya Allah yang tahu. 
Sudah cukupkah bekal saya untuk dibawa pulang nanti?

Saya selalu minta yang terbaik sama sang pemilik segalaNya.
apapun yang terjadi didepan nanti, sudah menjadi skenarioNya.
Rencana terindah hanyalah milikNya.


Untuk saat ini, jalanin aja apa yang harus dijalanin. Maksimalin segalanya untuk bekal pulang nanti. kalau besok masih diizinin menghirup nafas dan melangkah di bumiNya, berarti masih dikasih kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan beribadah semaksimal mungkin.

Tapi, kalau besok sudah diajak pulang, tandanya kalian harus sering-sering kirim doa ke saya. Heheh

Mohon maaf ya, jika ada salah-salah kata dan perbuatan.
Semoga kita bersua di Surga~
Aamiin
 


-RAd-

Kamis, 14 Mei 2015

14-05-2015

MasyaAllah. 
Alhamdulillah masih dikasih bonus waktu sampai detik ini, masih dikasih nikmat yang sangat amat luarrrr biasa. 
14-05-2015. Ga terasa udah kepala 2.
Semoga semakin istiqomah menuju jalanNya. aamiin aamiin aamiin. 
Barakallah yaa :') 
Berasa banget disayang sama Allah karena dari awal bulan, bahkan sebelum memasuki bulan Mei ini Allah lagi sayang-sayangnya sama gw. Dikasih sentuhan dan pelukan yang luar biasa nikmatnya, dikasih ujian yang begituuuuuu indah. 
Semoga hadiah yang dikasih sama Allah saat ini sebagai penggugur dosa bagi gw. aamiin.
Sabar, ikhlas, berusaha ga ngeluh, tetep senyum, dan usaha keliatan fresh itu ga gampang sooob. 
Tapi lagi-lagi Allah adalah penguat bagi gw. 
Allah selalu melakukan bermacam-macam cara supaya gw tetep deket, tetep inget, tetep istiqomah di jalanNya. luaaaar biasa. 
yang jelas ini lebih dari sekedar indah. 
Nikmaaaat banget rasanya. Alhamdulillah 
Makasih yaAllah.

I Love Allah

From Allah -> For Allah -> To Allah . AllahuAkbar 


-RAd-

Senin, 06 April 2015

MAAF (Cerpen)

MAAF

            “Sudah berapa lama kita tidak bertemu ?” katanya kepadaku. Disitu aku hanya terdiam dan menatapnya. Tak dapat mengucapkan sepatah katapun.
Sekali lagi ia hanya tersenyum sambil memandang wajahku yang terlihat gugup didepannya.
Andai kamu tahu Za, aku kangen kamu banget. Tapi aku gabisa mengungkapkannya didepanmu secara langsung. Biar saja rindu ini tersimpan diam-diam.
“kenapa sih ? lagi bete ya ?” katanya, sambil menatapku dalam-dalam. Dan lagi-lagi aku hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalaku seraya mengungkapkan kata “tidak” .
 Sambil menghilangkan rasa gugup, aku pun meneguk es kelapa muda yang ada di depanku secara perlahan, dan pura-pura sibuk mengunyah daging buah tersebut.
            Hari ini terasa seperti mimpi. Bertemu dengan orang yang ku rindu selama ini, walaupun ku tahu rindunya bukan lagi atas namaku. Namun sampai detik ini rinduku masih tetap  atas namanya.
Sakit ?
Hmmmmmmm.
Maaf jika rindu ini masih hinggap dan menyerang tiba-tiba.
Rindu ini menggetar setiap kalinya, entah apa yang harus aku lakukan. Aku merindukanmu. Sekali lagi, aku hanya bisa mengucapkan “maaf” .
Andai kamu tahu Za, apa yang aku rasa selama ini masih sama seperti kita bersama dulu. Andai kamu tahu Za, ku ucapkan kata rela, namun hati tak senada.
            “Udah jam segini. Balik yuk ?” katanya sambil melihat jam di tangan sebelah kirinya. Tampak sibuk ku perhatikan dirinya, mungkin sudah ada janji dengan orang lain yang lebih penting dariku.
“Yaudah ayo” kataku dengan nada lirih. Seakan tak ingin meninggalkan tempat ini, terutama meninggalkan si pemilik rindu ini.
Aku dan dia berjalan bersama, kearah motor-motor kami yang sudah lama menunggu si pemilik yang sedang reunian. Hmmmmmm
Ku langkahkan kaki ini secara perlahan, seraya menyita waktu, agar semakin lama mata ini memandang dirinya. Karena ku tahu, saat-saat seperti ini akan jarang ku rasakan.
Lalu kita pulang. Dia dan aku saling mengendarai motor. Tak seperti dulu, satu motor berdua.
 Namun kini ? tak mungkin lagi seperti dulu. “jangan mimpi” . Iyaaa, inget ko, dia bukan mlikku lagi.
Dibalik perpisahan ini, dia hanya tersenyum melihatku, lalu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Namun senyumnya sangat bermakna. Melumpuhkan hati dan pikiranku.
 Sudahlaaaaah !!! ingat, dia bukan milikku lagi.
Jangan berharap lebih…
Perjalanan tanpanya pun aku mulai. Aku pulang dengan berat hati meninggalkannya, aku pulang dengan rasa yang tak biasa, aku pulang dengan rindu yang membekas, aku pulang dengan hati yang tak karuan.
Di atas kendaraan roda dua yang ku kendarai ini, tiba-tiba hujan turun dari sudut mataku.
Tiba-tiba wajahnya tampak jelas menghiasi pikiranku, baru saja rindu ini terbayar, namun seketika rindu ini melukiskan wajahnya kembali. Dibalik kanvas, yang sudah penuh dengan namanya.
Hey, sekali lagi maaf. Jika rindu ini masih atas namamu. 
 “Melihat tawamu, mendengar senandungmu, terlihat jelas dimataku warna-warna indahmu, menatap langkahmu, meratapi kisah hidupmu, terlukis jelas bahwa hatimu anugerah terindah yang pernah kumilikiiiii”
Terdengar suara nyanyian di telingaku. Dan ternyataaaaa..
Itu suara alarm telepon genggamku
Hah, tarnyata mimpi. Aku bermimpi tentang dia.
Ada apa ?
Sepertinya syetan sedang menggoda imanku, agar aku kembali merindukannya.
Tidaaaaaaak !!!
Dia sudah kulepaskan.
Aku melepaskannya bukan karena aku tak mencintainya.
Namun karena aku sangat mencintainyalah ku ambil jalan terbaik ini. Biar saja ia pergi dengan segenap kenangan yang ada. Tenang saja, serahkan semua kepada Allah, kalau dia jodoh ku, pasti akan kembali, namun jika bukan, insyaAllah akan di gantikan dengan yang lebih baik.
Biar sekarang tidak bersama, “mungkin” suatu saat nanti akan selamanya
Yang harus ku lakukan saat ini adalah memperbiki diri, agar menjadi yang terbaik dihadapanNya, dan belajar mencintai dengan tulus sang maha pencinta “Allah” . dan berharap mendapat berkahnya, dan selalu berusaha mencari ridha Nya.
Ku lakukan semua ini karnaMu ya Rabb.
Karena ku tahu, aku adalah manusia yang penuh dosa. Dulu cintaku, ku persembahkan untuk orang yang belum pantas ku cintai, dia belum halal untukku, dan pastinya Allah sangat membenci cinta haram itu “pacaran” iya, terlihat asik dan terlihat keren, di mata para manusia, dan syetan.
Namun dimata Allah ? .

***
 Kawan.. GA PACARAN aja banyak dosanya, apalagi PACARAN ?
“Tinggalkan/Halalkan”

(Risma Ariyandini)

Senin, 12 Januari 2015

KU SERAHKAN SEMUANYA PADAMU YA ALLAH

Bismillah.
 Disini gw mau nulis harapan-harapan apa aja pada tahun 2015 ini. Gapapa kan ya. Kan biar sekalian minta doa+di aminin sama yang baca. Heheh.
Ini harapan gw di 2015 :
1.     Semoga dalam Ibadah semakin, semakin, semakin membaik dan tetap istiqomah dalam perbaikan di jalan Allah
2.     Semoga lebih, lebih, lebih, lebih deket sama Allah dan Allah makin, makin, makiiiiin sayang sama gw
3.     Di beri kelancaran dalam perkuliahan dan hal-hal apapun itu
4.     Di beri waktu yang banyak biar bisa tetep ngumpul, main, dan ngelakuin hal apapun sama keluarga, temen dan sahabat gw
5.     Di beri kekuatan, kemudahan, kelancaran dalam menjalankan amanah yang sudah di berikan
6.     Semoga Allah meridhai setiap langkah gw
7.     Berkah dalam segala-galanya
8.     Semakin di pererat tali persudaraan, dan pertemanan yang gw jalin sama semua orang
9.     Di beri rezeki yang berlimpah
10. Semoga selalu sehat
11. Semoga apa yang di inginkan tercapai.
12. yang terbaik yang terjadilah :) 

Aamiin

Hehe gatau kenapa tiba-tiba iseng nulis ini, ya namanya juga harapan kan ya, semoga aja tercapai semuanya. Minta doanya yaa. Nuhuuun.  

"apapun itu yang terjadi, adalah skenarioNya"

"Allah tau yang terbaik untuk hambanya. Bismillah"



-RAd-