Mak.. Anakmu kini sedang tersungkur Bantu ia untuk tetap bersyukur Agar tidak mundur Lalu melebur
-RAd-
Rangkul yang tak bertepi Tentang rintihnya Tentang peluhnya Tentang mimpinya Tentang angannya
-RAd-
Kini aku rindu dekap di ujung cerita
Tentang asa yang katanya menyala tentang peluh yang nantinya meluluh tentang cita yang akan menjadi nyata
-RAd-
Diam dalam buas Menunggu datangnya jinak
-RAd-
Gelapnya bukan jadi hambatanmu untuk diam Bukan juga jadi alasanmu untuk bungkam
-RAd-
Rabu, 12 Juli 2017
Apakah langitku dan langitmu kini sama? Apakah langitku dan langitmu kini berwarna? Apakah langitku dan langitmu ... Asudahlaaah.. Lupakan saja kisah aku, kamu dan langit
-RAd-
Cukup langit yang mendung Kamu mah jangan
-RAd-
Si pemburu sedang memburu cita dan asa Ia bukan hanya memburu Namun sangat amat berharap Doakanlah..
-RAd-
Sudah lama tak menciptakan cerita diujung pena Ahhh.. Cerita hanyalah cerita..
-RAd-
Pejuang itu ya kudu berjuang Sampai kapanpun ya kudu tetep berjuang Sampai kapan ?
Sampai Allah bilang "Waktunya pulang."
-RAd-
Nyatanya memperjuangkan Kam(u) adalah nikmat terindah..
-RAd-
Bangkitlaaah.. Allah masih ingin melihat perjuanganmu, dan sedang menunggu usahamu
-RAd-
Hidup bukan hanya sekedar makan, minum lalu tidur Bukan juga sekedar menangis, tersenyum lalu bahagia
-RAd-
Orang lain boleh tak peduli denganmu Tapi kamu harus tetap peduli dengan orang lain Jangan melulu jadi makhluk egois Nyatanya hidup ga selamanya manis
-RAd-
Sabtu, 01 Juli 2017
Tentang kita yang entah lagi kenapa Semoga tak menerus seperti ini
-RAd-
Tak apa.. Tetaplah bertahan Yakinlah.. Kamu pasti kuat
-RAd-
Perkara rindu yang menjadi candu tiap perasanya kau tahu apa itu obatnya?
.
.
. Doa
-RAd-
Tak perlu kau sampaikan pada objek yang kau tuju
Cukup "Doa" yang mengiringi tiap langkahmu dan langkahnya
Jangan sampai Allah cemburu lantaran engkau terlalu fokus pada objekmu
-RAd-
Teriknya bukan jadi pencegah
Dinginnya bukan jadi penghambat
Lelahnya bukan jadi alasan
Nikmatilah..
Maka engkau akan merasakan syukur yang sesungguhnya
-RAd-
Tenang.. Berpisahnya kita untuk kembali jika nanti kita tak berjumpa disudut kota InsyaAllah kita akan berjumpa di tempat terindah
-RAd-
Mau apa lagi ? Mau kemana lagi ? Nikmati saja masa-masa ini Suatu saat kita akan merindu Ku yakin itu
-RAd-
Ada cita dan asa yang akan kita gapai disana Bukankah begitu ? Berjalanlah walau harus tertatih
-RAd-
Satu hal yang harus kau tau
.
.
. Perginya perindu dan marahnya pemberontak
akan tetap tunduk dalam iringan doa
.
.
.
Doakanlah..
-RAd-
Kali ini aku butuh sesuap doa dan seteguk semangat Mengertilah..
-RAd-
Nyatanya.. Semangkuk doa dan segelas semangatpun tak mampu membuatku bergerak Ahhh pelik sekali
-RAd-
Jika masalah hati, aku tak dapat berbuat banyak Biar kau saja yang mengobati Aku bantu doa saja
-RAd-
Sejauh apapun pergi Pulangmu akan tetap disini "dihati"