Penat ya?
Capek ya?
Pusing ya?
Mumet ya?
Lelah ya?
Sabar..
Ada Allah yang nguatin~
Biarkan saja lelahnya, penatnya, capeknya, mumetnya, pusingnya disini.
Nikmatin aja apa yang sedang dirasakan sekarang.
Telen aja biar dikata pait juga.
Nanti..
Akan ada waktunya istirahat.
dan meneguk manisnya.
Semangat mencari ridhaNya, semangat karena Allah, tetaplah istiqomah, lakukan yang terbaik dihadapanNya.
Allahu Akbar...
-RAd-
Minggu, 13 September 2015
Kamis, 27 Agustus 2015
MAAF ^-^
Sepertinya.. raga sudah mulai lelah mendengar hiruk pikuk dunia.
Tapi masih banyak amanah yang harus dijalankan.
Masih banyak cita-cita yang belum tercapai.
Masih banyak angan-angan yang ingin digapai.
Masih banyak yang harus diperbaiki.
Masih banyak yang harus dilakukan.
Masih belum maksimal dalam menjalankan semuanya.
dan yang jelas, amalan saya ... hanya Allah yang tahu.
Sudah cukupkah bekal saya untuk dibawa pulang nanti?
Saya selalu minta yang terbaik sama sang pemilik segalaNya.
apapun yang terjadi didepan nanti, sudah menjadi skenarioNya.
Rencana terindah hanyalah milikNya.
Untuk saat ini, jalanin aja apa yang harus dijalanin. Maksimalin segalanya untuk bekal pulang nanti. kalau besok masih diizinin menghirup nafas dan melangkah di bumiNya, berarti masih dikasih kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan beribadah semaksimal mungkin.
Tapi, kalau besok sudah diajak pulang, tandanya kalian harus sering-sering kirim doa ke saya. Heheh
Mohon maaf ya, jika ada salah-salah kata dan perbuatan.
Semoga kita bersua di Surga~
Aamiin
-RAd-
Tapi masih banyak amanah yang harus dijalankan.
Masih banyak cita-cita yang belum tercapai.
Masih banyak angan-angan yang ingin digapai.
Masih banyak yang harus diperbaiki.
Masih banyak yang harus dilakukan.
Masih belum maksimal dalam menjalankan semuanya.
dan yang jelas, amalan saya ... hanya Allah yang tahu.
Sudah cukupkah bekal saya untuk dibawa pulang nanti?
Saya selalu minta yang terbaik sama sang pemilik segalaNya.
apapun yang terjadi didepan nanti, sudah menjadi skenarioNya.
Rencana terindah hanyalah milikNya.
Untuk saat ini, jalanin aja apa yang harus dijalanin. Maksimalin segalanya untuk bekal pulang nanti. kalau besok masih diizinin menghirup nafas dan melangkah di bumiNya, berarti masih dikasih kesempatan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan beribadah semaksimal mungkin.
Tapi, kalau besok sudah diajak pulang, tandanya kalian harus sering-sering kirim doa ke saya. Heheh
Mohon maaf ya, jika ada salah-salah kata dan perbuatan.
Semoga kita bersua di Surga~
Aamiin
-RAd-
Kamis, 14 Mei 2015
14-05-2015
MasyaAllah.
Alhamdulillah masih dikasih bonus waktu sampai detik ini, masih dikasih nikmat yang sangat amat luarrrr biasa.
14-05-2015. Ga terasa udah kepala 2.
Semoga semakin istiqomah menuju jalanNya. aamiin aamiin aamiin.
Barakallah yaa :')
Berasa banget disayang sama Allah karena dari awal bulan, bahkan sebelum memasuki bulan Mei ini Allah lagi sayang-sayangnya sama gw. Dikasih sentuhan dan pelukan yang luar biasa nikmatnya, dikasih ujian yang begituuuuuu indah.
Semoga hadiah yang dikasih sama Allah saat ini sebagai penggugur dosa bagi gw. aamiin.
Sabar, ikhlas, berusaha ga ngeluh, tetep senyum, dan usaha keliatan fresh itu ga gampang sooob.
Tapi lagi-lagi Allah adalah penguat bagi gw.
Allah selalu melakukan bermacam-macam cara supaya gw tetep deket, tetep inget, tetep istiqomah di jalanNya. luaaaar biasa.
yang jelas ini lebih dari sekedar indah.
Nikmaaaat banget rasanya. Alhamdulillah
Makasih yaAllah.
I Love Allah
From Allah -> For Allah -> To Allah . AllahuAkbar
-RAd-
Senin, 06 April 2015
MAAF (Cerpen)
MAAF
“Sudah
berapa lama kita tidak bertemu ?” katanya kepadaku. Disitu aku hanya terdiam
dan menatapnya. Tak dapat mengucapkan sepatah katapun.
Sekali lagi ia hanya tersenyum sambil memandang wajahku
yang terlihat gugup didepannya.
Andai kamu tahu Za, aku kangen kamu banget. Tapi aku
gabisa mengungkapkannya didepanmu secara langsung. Biar saja rindu ini
tersimpan diam-diam.
“kenapa sih ? lagi bete ya ?” katanya, sambil menatapku
dalam-dalam. Dan lagi-lagi aku hanya bisa terdiam dan menggelengkan kepalaku
seraya mengungkapkan kata “tidak” .
Sambil
menghilangkan rasa gugup, aku pun meneguk es kelapa muda yang ada di depanku secara
perlahan, dan pura-pura sibuk mengunyah daging buah tersebut.
Hari ini
terasa seperti mimpi. Bertemu dengan orang yang ku rindu selama ini, walaupun
ku tahu rindunya bukan lagi atas namaku. Namun sampai detik ini rinduku masih
tetap atas namanya.
Sakit ?
Hmmmmmmm.
Maaf jika rindu ini masih hinggap dan menyerang
tiba-tiba.
Rindu ini menggetar setiap kalinya, entah apa yang harus
aku lakukan. Aku merindukanmu. Sekali lagi, aku hanya bisa mengucapkan “maaf” .
Andai kamu tahu Za, apa yang aku rasa selama ini masih
sama seperti kita bersama dulu. Andai kamu tahu Za, ku ucapkan kata rela, namun
hati tak senada.
“Udah
jam segini. Balik yuk ?” katanya sambil melihat jam di tangan sebelah kirinya.
Tampak sibuk ku perhatikan dirinya, mungkin sudah ada janji dengan orang lain
yang lebih penting dariku.
“Yaudah ayo” kataku dengan
nada lirih. Seakan tak ingin meninggalkan tempat ini, terutama meninggalkan si
pemilik rindu ini.
Aku dan dia berjalan bersama, kearah motor-motor kami
yang sudah lama menunggu si pemilik yang sedang reunian. Hmmmmmm
Ku langkahkan kaki ini secara perlahan, seraya menyita
waktu, agar semakin lama mata ini memandang dirinya. Karena ku tahu, saat-saat
seperti ini akan jarang ku rasakan.
Lalu kita pulang. Dia dan aku saling mengendarai motor.
Tak seperti dulu, satu motor berdua.
Namun kini ? tak
mungkin lagi seperti dulu. “jangan mimpi” . Iyaaa, inget ko, dia bukan mlikku
lagi.
Dibalik perpisahan ini, dia hanya tersenyum melihatku,
lalu pergi begitu saja tanpa sepatah katapun. Namun senyumnya sangat bermakna.
Melumpuhkan hati dan pikiranku.
Sudahlaaaaah !!!
ingat, dia bukan milikku lagi.
Jangan berharap lebih…
Perjalanan tanpanya pun aku
mulai. Aku pulang dengan berat hati meninggalkannya, aku pulang dengan rasa
yang tak biasa, aku pulang dengan rindu yang membekas, aku pulang dengan hati
yang tak karuan.
Di atas kendaraan roda dua yang ku kendarai ini, tiba-tiba
hujan turun dari sudut mataku.
Tiba-tiba wajahnya tampak jelas menghiasi pikiranku, baru
saja rindu ini terbayar, namun seketika rindu ini melukiskan wajahnya kembali.
Dibalik kanvas, yang sudah penuh dengan namanya.
Hey, sekali lagi maaf. Jika rindu ini masih atas
namamu.
“Melihat tawamu, mendengar senandungmu,
terlihat jelas dimataku warna-warna indahmu, menatap langkahmu, meratapi kisah
hidupmu, terlukis jelas bahwa hatimu anugerah terindah yang pernah kumilikiiiii”
Terdengar suara nyanyian di telingaku. Dan ternyataaaaa..
Itu suara alarm telepon
genggamku
Hah, tarnyata mimpi. Aku bermimpi tentang dia.
Ada apa ?
Sepertinya syetan sedang menggoda imanku, agar aku
kembali merindukannya.
Tidaaaaaaak !!!
Dia sudah kulepaskan.
Aku melepaskannya bukan karena aku tak mencintainya.
Namun karena aku sangat
mencintainyalah ku ambil jalan terbaik ini. Biar saja ia pergi dengan segenap
kenangan yang ada. Tenang saja, serahkan semua kepada Allah, kalau dia jodoh
ku, pasti akan kembali, namun jika bukan, insyaAllah akan di gantikan dengan
yang lebih baik.
Biar sekarang tidak bersama, “mungkin” suatu saat nanti
akan selamanya
Yang harus ku lakukan saat ini adalah memperbiki diri,
agar menjadi yang terbaik dihadapanNya, dan belajar mencintai dengan tulus sang
maha pencinta “Allah” . dan berharap
mendapat berkahnya, dan selalu berusaha mencari ridha Nya.
Ku lakukan semua ini karnaMu ya Rabb.
Karena ku tahu, aku adalah manusia yang penuh dosa. Dulu
cintaku, ku persembahkan untuk orang yang belum pantas ku cintai, dia belum
halal untukku, dan pastinya Allah sangat membenci cinta haram itu “pacaran”
iya, terlihat asik dan terlihat keren, di mata para manusia, dan syetan.
Namun dimata Allah ? .
***
Kawan.. GA PACARAN aja banyak
dosanya, apalagi PACARAN ?
“Tinggalkan/Halalkan”
(Risma Ariyandini)
Senin, 12 Januari 2015
KU SERAHKAN SEMUANYA PADAMU YA ALLAH
Bismillah.
Disini gw mau nulis harapan-harapan apa aja
pada tahun 2015 ini. Gapapa kan ya. Kan biar sekalian minta doa+di aminin sama
yang baca. Heheh.
Ini harapan
gw di 2015 :
1. Semoga dalam Ibadah semakin, semakin,
semakin membaik dan tetap istiqomah dalam perbaikan di jalan Allah
2. Semoga lebih, lebih, lebih, lebih
deket sama Allah dan Allah makin, makin, makiiiiin sayang sama gw
3. Di beri kelancaran dalam perkuliahan dan hal-hal apapun itu
4. Di beri waktu yang banyak biar bisa
tetep ngumpul, main, dan ngelakuin hal apapun sama keluarga, temen dan sahabat
gw
5. Di beri kekuatan, kemudahan,
kelancaran dalam menjalankan amanah yang sudah di berikan
6. Semoga Allah meridhai setiap langkah gw
7. Berkah dalam segala-galanya
8. Semakin di pererat tali persudaraan,
dan pertemanan yang gw jalin sama semua orang
9. Di beri rezeki yang berlimpah
10. Semoga
selalu sehat
11. Semoga
apa yang di inginkan tercapai.
12. yang terbaik yang terjadilah :)
12. yang terbaik yang terjadilah :)
Aamiin
Hehe gatau
kenapa tiba-tiba iseng nulis ini, ya namanya juga harapan kan ya, semoga aja
tercapai semuanya. Minta doanya yaa. Nuhuuun.
"apapun itu yang terjadi, adalah skenarioNya"
"Allah tau yang terbaik untuk hambanya. Bismillah"
-RAd-
Selasa, 28 Oktober 2014
Hey kawan, kalian tahu?
Aku sangat mencintai kalian karena Allah.
Aku ingin bersua dengan kalian bukan hanya di dunia saja, tapi di dunia dan di Surga
Yuk, bersama-sama melangkah mencari Ridha-Nya
Saling membantu untuk memperbaiki diri, saling mengingatkan, menguatkan, dan menjaga agar menjadi yang terbaik di Mata-Nya
Tentunya kita harus saling mendoakan, mendoakan, mendoakan, dan selaluuu mendoakan satu sama lain
Bismillah..
-RAd-
Aku ingin bersua dengan kalian bukan hanya di dunia saja, tapi di dunia dan di Surga
Yuk, bersama-sama melangkah mencari Ridha-Nya
Saling membantu untuk memperbaiki diri, saling mengingatkan, menguatkan, dan menjaga agar menjadi yang terbaik di Mata-Nya
Tentunya kita harus saling mendoakan, mendoakan, mendoakan, dan selaluuu mendoakan satu sama lain
Bismillah..
-RAd-
Kamis, 29 Mei 2014
"19" 14-05-1995
Tes, tes, 123. Tes, tes.
Ehmmm, gw cuman mau mastiin,
kalo gw sekarang masih di kasih kesempatan sama Allah buat ngelakuin apa yang
harus gw lakuin di umur gw yang ke 19 ini.
Ga kerasa
ya, udah 19 tahun aja ini umur, makin berkurang umur gw jadinya.
Alhamdulillah, waktu tanggal
14 bulan Mei 2014, gw bisa menghirup nafas pertama gw di umur 19. Padahal gw
kira, gw ga bakal sampe ke 19 tahun.
Ya namanya juga cuman sekedar perkiraan. Kan apa yang
kita kira-kira belum tentu jadi kenyataan.
Dan ternyataaaaaa, Allah emang baaaaaik banget, buktinya
Allah masih ngasih gw kesempatan.
Belum di suruh pulang,
mungkin masih ada tanggungan yang harus di laksanain dan di kerjain, dan Alhamdulillah
masih di kasih kesempatan buat ngebahagiain orang-orang terdekat, syukur-syukur
bisa jadi yang terbaik dan berguna juga. Aamiin
Dan yang paling penting
adalah gw harus bener-bener jadi makhluk yang selalu bersyukur sama apa yang
udah di kasih Alllah buat gw.
Dan gw berharap, semuanya juga gitu.
“Sesungguhnya jika
kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat PEDIH”
Inget ya coooy pokonya kudu selalu bersyukur !!! hihiw
Tapi kalo mau di kasih azab yang sangat pedih, ya gampang,
gausah bersyukur dan selalu ngerasa kurang aja sama nikmatnya Allah.
Dan ini yang paling penting
: *Yang jelas ibadah harus semakin di tingkatin lah, biar bisa bawa bekel yang
mantap buat kesana nanti*
dan pertanyaannya adalah :
“Bakalan sampe ga ya gw di bulan Mei tanggal 14 tahun
depan dan tahun-tahun berikutnnya?”
-RAd-
Langganan:
Postingan (Atom)