Selasa, 25 September 2012

Runi (cerpen)

Saat ku buka pintunya ...
"Astaga, Runi kamu kenapa ?" .
dia tergeletak, di atas ranjangnya. cucuran darah keluar dari tangan nya, semua teman-teman kost pun ke kamar Runi.
"Runi kenapa ? ada apa dengan Runi ?: semua bertanya tanya.
lalu kami membawa Runi ke rumah sakit. dan Runi langsung di bawa ke UGD.
beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang UGD.
"Runi despresi berat, sehingga dia melakukan percobaan bunuh diri." kata seorang dokter yg berdiri di depan ku.
kami semua hanya bisa terdiam, dan bingung dengan kejadian ini.

     Runi adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas. dia sekarang tinggal satu kost dengan ku, dia adalah anak yang baik, pendiam, dan ramah.
saya dan Runi memang tidak terlalu akrab. tapi kami pernah berbincang dn suka bercanda walaupun tidak sering.
    kelakuan Runi belakangan ini memang terlihat janggal. tidak biasanya dia melamun, raut muka nya juga berbeda, dia sekarang lebih terlihat muram.
ada apa dengan Runi ?
sampai saat ini dia belum juga tersadar dari komanya.
     beberapa jam kemudian ada seorang lelaki datang, rambutnya gondrong dan agak tinggi perawakannya.
dia hanya bisa terdiam melihat Runi yg berbaring di UGD.
"maaf" terdengar kata itu di telingaku.
"maaf kenapa?" kataku pelan.
"kamu siapanya Runi ?" sindi bertanya penasaran
"saya Idot"
"saya yg bikin Runi seperti ini" sambungnya,
kami masi bingung.
"kami berdua bertengkar seminggu yg lalu"
pernyataan singkat dari mulut Idot masi membuat kami bingung dengan apa yg terjadi ...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar