Hari itu aku
sangat gelisah aku tidur dan terbangun jam 3 pagi. Saat ku terbangun aku
melihat adikku masih tidur dan kelihatannya sangat nyenyak sekali. Aku pun
tersenyum dan senang melihat ia tertidur nyenyak.
Tapi aku ? saat itu aku merasa sesak
di dada, sesak sekali, entah mengapa ini bisa terjadi, jantungku berdetak cepat
dan aku semakin sesak, aku sangat gelisah, dan aku hanya bisa terdiam aku
bingung harus berbuat apa, kupikir setelah meminum segelas air putih bisa
meredakan semuanya. Tapi ternyata hasilnya sama saja.
Ternyata tanpa sadar aku tertidur
lagi, dan bangun sekitar jam 5 pagi, lalu aku mengambil air wudhu dan shalat
subuh. Setelah itu aku mandi, rapih-rapih dan sarapan, lalu pamit berangkat
sekolah.
dan sesampai di sekola aku bertemu
dengan teman-teman dan guru-guru dan
melakukan aktivitas di sekola seperti biasa. Lalu kembali lagi kerumah.
Setelah seharian melakukan aktivitas
aku pun masih merasakan bahwa sesak ku tak hilang-hilang, sengaja semuanya
kusimpan sendiri karna tak ingin membuat orang lain khawatir atas kondisiku,
terutama orang tua ku. Aku adalah seorang anak yg biasanya selalu terbuka
kepada orangtua, biasanya kalau ada apa-apa aku suka cerita dengan orangtua ku,
tapi ini ? entah kenapa aku ingin menyimpannya sendiri.
Hari demi hari aku lalui, kadang sesak
ku ini suka hilang, tapi terkadang suka datang kembali. Aku takut ada sesuatu
yg tak aku inginkan di dalam tubuh ku ini. Aku adalah seorang yg takut menerima
sesuatu yg pahit apalagi tentang kondisi badanku.
Tapi selama waktu masih berpihak
kepada ku, aku ingin selalu melihat orang-orang yg ku sayang bahagia, aku ingin
melihat mereka tertawa, bercanda dengan ku.
Selama kaki ku masih berpijak dengan
tegak di bumi aku akan tetap berusaha sekuat tenagaku untuk menjalani hari-hari
ku dan mengisi hari-hari mereka bersama ku.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar