Rabu, 30 Januari 2013

AKU (Cerpen)


Hari itu aku sangat gelisah aku tidur dan terbangun jam 3 pagi. Saat ku terbangun aku melihat adikku masih tidur dan kelihatannya sangat nyenyak sekali. Aku pun tersenyum dan senang melihat ia tertidur nyenyak.
            Tapi aku ? saat itu aku merasa sesak di dada, sesak sekali, entah mengapa ini bisa terjadi, jantungku berdetak cepat dan aku semakin sesak, aku sangat gelisah, dan aku hanya bisa terdiam aku bingung harus berbuat apa, kupikir setelah meminum segelas air putih bisa meredakan semuanya. Tapi ternyata hasilnya sama saja.
            Ternyata tanpa sadar aku tertidur lagi, dan bangun sekitar jam 5 pagi, lalu aku mengambil air wudhu dan shalat subuh. Setelah itu aku mandi, rapih-rapih dan sarapan, lalu pamit berangkat sekolah.
            dan sesampai di sekola aku bertemu dengan teman-teman dan guru-guru  dan melakukan aktivitas di sekola seperti biasa. Lalu kembali lagi kerumah.
            Setelah seharian melakukan aktivitas aku pun masih merasakan bahwa sesak ku tak hilang-hilang, sengaja semuanya kusimpan sendiri karna tak ingin membuat orang lain khawatir atas kondisiku, terutama orang tua ku. Aku adalah seorang anak yg biasanya selalu terbuka kepada orangtua, biasanya kalau ada apa-apa aku suka cerita dengan orangtua ku, tapi ini ? entah kenapa aku ingin menyimpannya sendiri.
            Hari demi hari aku lalui, kadang sesak ku ini suka hilang, tapi terkadang suka datang kembali. Aku takut ada sesuatu yg tak aku inginkan di dalam tubuh ku ini. Aku adalah seorang yg takut menerima sesuatu yg pahit apalagi tentang kondisi badanku.
            Tapi selama waktu masih berpihak kepada ku, aku ingin selalu melihat orang-orang yg ku sayang bahagia, aku ingin melihat mereka tertawa, bercanda dengan ku.
            Selama kaki ku masih berpijak dengan tegak di bumi aku akan tetap berusaha sekuat tenagaku untuk menjalani hari-hari ku dan mengisi hari-hari mereka bersama ku.
            
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar